Jumat, 03 Oktober 2014


Islam tidak hanya butuh ulama/ustadz

Islam ibarat buku panduan yaitu sebagai petunjuk kehidupan yg benar. Ajaran Islam diatur dgn sedemikian rupa agar manusia tetap berada di jalan yg benar. Apalagi dunia saat ini merupakan dunia yg penuh fitnah dan kejahatan. Sekali saja manusia lengah, maka  hidup mereka bisa sesat. Oleh karena itu berhati-hatilah disetiap liku-liku dan seluk beluk kehidupan zaman ini.

Kita sebagai muslim/muslimah kelak akan menuju masa dewasa, semakin tua, lalu menikah, hingga nantinya memiliki keturunan aamiin.  Tentunya keturunan yg kita idam-idamkan nantinya adalah keturunan yg baik, soleh/solehah dan senantiasa mendoakan orang tuanya. Mungkin anda pernah berpikiran agar anak anda kelak akan disekolahkan ke pondok pesantren, kemudian agar dilanjutkan studinya menuju perkuliahan yg menjurus pada profesi yg bernafaskan keagamaan (ex. ustadz/ ulama/ guru agama/ pendakwah). Memang benar seperti itulah usaha yg dilakukan para ortu agar anak mereka tetap berpegang teguh pada islam dari bahayanya hidup di dunia.

Lain cerita jika anak anda menginginkan atau bahkan bercita-cita utk menuju profesi lain seperti dokter / arsitek / polisi / pedagang  dsb. Jangan halangi cita2 mereka. Boleh saja mereka memilih keinginan mereka asalkan mereka tetap menjaga profesionalitasnya utk tetap berpegang teguh pada islam. Dan selama profesi tersebut halal & diperbolehkan dalam islam.

Mengapa..?

Islam tidak hanya butuh ulama. Tetapi islam juga butuh para insinyur, pengusaha, apotekker, tentara, montir, atau bahkan presiden dan para menteri. Tanpa insinyur, siapa yg pandai membangun masjid yg kokoh sbg tempat ibadah kita? Jika ustad disuruh membangun masjid, mungkin hanya 2 hari saja masjid itu akan roboh. Begitu pula siapa yg akan menyatukan puluhan ribu umat islam di balik luasnya negri ini? Jelaslah sangat dibutuhkan adanya presiden dan segenap menterinya. Jika tidak, maka umat islam akan terpecah belah. Masih banyak lagi contoh lain yg berkaitan dgn Islam dari banyaknya jenis profesi. Tapi ingat! tdk semua profesi dihalalkan dalam islam. Banyak sekarang org yg berprinsip menghalalkan segala cara. Semakin banyak muncul berbagai macam profesi yg tidak diperbolehkan dalam Islam. Na'udzubillaahi min dzalik. Oleh karena kita sbg umat muslim, carilah rezeki sehalal mungkin. Allah berfirman di dalam surat Al-Qashash ayat 77:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." [ Al-Qashash:77 ]

Akan tetapi, bagaimana jikalau profesi-profesi tsb hanya akan semakin menjauhkannya dari agama islam? Itulah yg dikhawatirkan. Oleh sebab itu sebagai ortu harus mengantisipasinya. Salah satunya dgn cara menanamkan sejak dini pada mereka aqidah islam yg benar. Memasukkan anak ke sekolah-sekolah pondok pesantren. Selalu mengingatkannya agar selalu ingat pada Rabb 'azza wa jalla. Boleh jadi dia besar kelak menjadi dokter, perawat, dsb. Namun, akan sangat LEBIH BAIK lagi jika nantinya mau diarahkan menjadi ustadz, pendakwah, ataupun guru agama. Maka insya Allah akan lebih dimudahkan oleh Allah jalannya di dunia  maupun di akherat.

Wallahu a'lam